Pria bercelana cutbray berambut panjang di ujung Timur
Sudah berapa kali ku lihat pria bercelana cutbray berambut panjang di ujung Timur itu
Begitu indah sapuan rambut panjangnya ditampar oleh angin
Seperti menyapu masa lalu yang mengotori lubang hidung
Sambil menimpahkan kaki ke kaki yang satu dengan menopang dagu ditambah senyumannya yang kalah dengan lampu senter handphonemu
Rambutnya yang digerai, jaket jeans, sepatu kotormu yang penuh arti, dan sebatang rokok yang kau bakar
Membuat mata ini justru enggan untuk berkedip
Terkadang ku curi pandang dirimu dari sudut jagat
Mata ini sangat lihai mencarimu
Sebelum aku kembali ke dekapan tempat tidurku
Ada kalanya aku menghitung berapa kali kudapati kau melirikku sampai sinar bulan pun mengintip tersenyum
Aku tidak pernah begitu memperhatikan selain mengingat caramu tersenyum
Komentar
Posting Komentar