Sajak Orang Mati
Sebenarnya Tuhan sudah muak dengan dirimu
Karena kau selalu berbuat salah sampai akhirnya menjilati bibir orang
Mulut ember mu bisa kau akali dengan kata-kata manismu
karena itu Tuhan tetap relakan mukjizatnya mengalir
Tapi tunggu saja, kau akan mati dalam kesengajaanya
Derapan langkah hampir putus
Memaki orang jalanan
Maunya apa?
Makan lontong malam dengan kekasih?
Aku berpikir bagaimana senangnya mereka hidup tanpa takut mati
Mati listrik
Mati air
Mati satu tinggal nunggu surat asuransi
Mati jiwa itu ada dua kemungkinan, antara mati karena Tuhan atau mati karena manusia
Masih banyak malapetaka yang mau ditunjukkan
Seolah hidup jadi penentu kebijakan
Harta kekayaan menjadi tolak ukur privasi
Semua omong kosong jika orang tak punya pilihan selain mati dalam diam
Membalut nyeri yang disiramkan di tubuhnya
Karena sebelum pergi bekerja si bapak mencium kening sang istri,
"Pak, berdoa sebelum bekerja ya"
Foto di figura menyimpan dendam
Kipas angin berputar-putar kehilangan arah
Ayat Tuhan di dinding menjadi tempat tinggal laba-laba
Botol kaca membaca puisi di badannya
Kucing berjalan sopan daripada gerombolan pejabat
Seorang buruh mati dibunuh dengan keji
Seorang petani yang tinggal menunggu kematiannya
Seorang perempuan mati karena menuntut haknya
Seorang bapak membunuh anaknya
Seorang
Maling dihabisi massa tapi dia juga manusia
Tapi ingat, kualitas hidup tetap sama
Nasib diri sendiri lebih penting
Jika aku sudah mati, maka itulah nasibku.
Komentar
Posting Komentar