Vespa, Mie Ayam, dan Ciuman
Malam yang mengangkut kita untuk bersua.
Tiada kata penolakan disini.
Senyuman, tawa, genggaman tangan yang hangat kurasakan enggan untuk kutolak.
Berkeliling dengan mesin tua, dengan jiwa yang berbunga-bunga, singgah sebentar makan mie ayam langgananmu yang katamu enak.
Pelukan mesramu padaku.
Berciuman mesra antara bibir kita.
Bulan, bintang, pohon, bahkan menyaksikan kemesraan kita berdua malam itu.
Tak mau pisah, itu katamu.
Aku pun.
Berharap ada hari lain untuk kita lebih lama bertemu menikmati jiwa saling mencintai ini.
Komentar
Posting Komentar